Pada tanggal 17 September 2024, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Lamongan (Unisla) secara resmi memulai pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) tahun 2024. Audit ini menjadi agenda tahunan yang krusial dalam mengukur serta meningkatkan kualitas program studi di lingkungan Unisla, dengan tujuan mempersiapkan program studi menghadapi akreditasi yang lebih tinggi serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional dan internasional.
Dalam minggu pertama AMI 2024, sejumlah program studi telah diaudit, termasuk Program Studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, Manajemen Sumber Daya Perairan, Agrobis Perikanan, Peternakan, Magister Manajemen, Magister Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syari’ah, Pendidikan Islam Anak Usia, Pendidikan Giri Madrasah Ibtidaiyah, serta Teknik Informatika. Proses audit melibatkan penilaian komprehensif terhadap berbagai indikator mutu pendidikan, mulai dari ketercapaian kurikulum, kesesuaian sarana dan prasarana, hingga aspek kepuasan mahasiswa dan lulusan. Keterlibatan aktif dari seluruh civitas akademika menjadi kunci dalam menciptakan proses audit yang terbuka, akurat, dan konstruktif.

Ketua LPM Unisla, Miftahus Sholihin, menjelaskan bahwa pelaksanaan audit ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa standar mutu pendidikan di Unisla tidak hanya terjaga, tetapi juga terus ditingkatkan. “Audit Mutu Internal adalah alat penting bagi kami untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan sekaligus mengapresiasi pencapaian yang sudah diraih. Setiap temuan dalam audit ini akan menjadi dasar perencanaan pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Miftahus Sholihin menambahkan bahwa hasil dari audit ini akan digunakan sebagai pijakan dalam mempersiapkan program studi yang diikutsertakan dalam proses akreditasi nasional maupun internasional di masa mendatang. “AMI tahun ini kami desain sedemikian rupa agar memberikan gambaran yang menyeluruh dan mendalam tentang kondisi aktual di setiap program studi. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi standar, tetapi juga untuk menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Proses audit dilakukan oleh tim auditor internal yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Tim auditor tidak hanya menelaah dokumen dan laporan akademik, tetapi juga melakukan observasi langsung serta wawancara dengan para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas terkait implementasi program studi dan layanan pendukungnya.
Seorang auditor dari LPM, Erna Hayati, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis bukti menjadi kunci dalam audit ini. “Kami tidak hanya melihat dari sisi dokumen, tetapi juga dari bagaimana kebijakan dan prosedur diimplementasikan di lapangan. Kami menggali umpan balik dari mahasiswa dan dosen untuk memastikan bahwa kebijakan yang ada benar-benar mendukung proses belajar-mengajar secara optimal,” kata Erna.
Dalam beberapa audit awal, beberapa temuan positif telah dicatat, seperti peningkatan kualitas pelayanan akademik di Program Studi Manajemen serta penerapan teknologi yang lebih canggih di Program Studi Teknik Informatika. Namun, beberapa program studi juga mendapatkan rekomendasi untuk perbaikan, terutama terkait manajemen sarana prasarana dan pengembangan kompetensi dosen.
Proses audit yang berlangsung selama beberapa minggu ini diharapkan memberikan hasil yang signifikan dalam mendorong perbaikan kualitas di Unisla. “Audit ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga proses pembelajaran bagi semua pihak. Kami ingin seluruh civitas akademika Unisla merasakan manfaat langsung dari audit ini, baik dari segi peningkatan layanan akademik maupun pencapaian hasil belajar mahasiswa yang lebih baik,” tutup Miftahus Sholihin.
Dengan pelaksanaan AMI 2024, Universitas Islam Lamongan terus berkomitmen menjadi institusi pendidikan yang unggul, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi di era globalisasi.

